Kamis, 10 Januari 2013

SOLIDARITAS TERHADAP SESAMA


SOLIDARITAS TERHADAP SESAMA


            Mengapa saya mengambil judul solidaritas karna kita sebagai manusia yang bermasyrakat tidak terlepas dari masalah solidaritas, solidaritas terhadap tetangga atau pun teman bahkan solidaritas terhadap keluarga terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah terlepas dari yang nama nya solidaritas, sebernarnya apa yang di maksud dengan solidaritas itu sendiri.
            Solidaritas merupakan perasaan terhadap sesama bagaimana kita harus peka dengan lingkungan di sekitar kita “rasa tolong menolong” bagaimana seharus nya melihat sodara-sodara kita atau manusia dalam kesusahan “tenggang rasa” perilaku kita dalam menyikapi permasalahan yang ada di sekitar kita misalkan dalam berqurban itu merupakan contoh nyata adanya solidaritas.
            Sebernarnya solidaritas di zaman sekarng memang sangat sulit di temui hanya segelintir orang yang mempunyai rasa solidaritas tinggi bahkan banyak dalam kehidupan kita sehari-hari banyak kita temui orang yang tidak peka terhadap lingkungan di zaman sekarang rasa solidaritas banyak di gunakan dalam hal negative bahkan terkadang rasa solidaritas terhadap teman atau pun tetangga sangat jarang di temui misalkan kita sering ingin menang sendiri, iri ataupun serakah lah yang membuat kita lupa akan rasa solidaritas.





Ø  PENGERTIAN

Solidaritas adalah sebuah kebersamaan yang terjalin di dalam kehidupan sehari-hari misalkan solidaritas terhadap teman maupun keluarga
Di lingkungan itu lah kita dapat merasakan adanya rasa solidaritas yang tinggi atau kebersamaan banyak sekali kebersamaan yang akan tercipta kebersamaan dalam hal baik maupun hal buruk misalkan para pelajar yang terlibat tawuran mereka mengatakan bahwa mereka mempunyai rasa solidaritas yang tinngi jadi bila temannya ikut tawuran maka pelajar yang lain juga harus ikut tawuran inilah salah satu contoh sikap solidaritas yang sangat buruk yang banyak terjadi dan menimpa para pelajar di Indonesia, seharus nya rasa solidaritas di gunakan untuk hal-hal yang baik misalkn dalam hal belajar bersama ataupun berqurban.





Ø  MANFAAT DARI ADANYA SOLIDARITAS
Manfaat yang dapat kita ambil dari adanya rasa solidaritas adalah rasa saling tolong menolong antar sesama dan adanya rasa peduli terhadap teman, biasanya yang sering terjadi di dalam lingkungan kita adalah adanya rasa solidaritas atau rasa kepedulian terhadap teman, biasanya sering terjadi pertengkaran antar teman sebaya dan dari situlah kita dapat melihat ada atau tidak nya rasa solidaritas.
Banyaknya manfaat yang dapat kita ambil dari adanya rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama berarti menunjukan penting nya rasa solidaritas di dalam kehidupan manusia di mana rasa solidaritas di kehidupan sehari-hari dapat menjaga tali persaudaraan terhadap sesama,teman, maupun keluarga jadi sudah selayaknya kita menumbuhkan rasa solidaritas di dalam diri kita dan menjaganya supaya tidak hilang kita juga harus bisa memanfaatkan dengan benar rasa solidaritas kita.

Ø  POKOK-POKOK  DALAM SOLIDARITAS
a)      Terjaganya rasa persaudaraan dan pertemanan terhadap sesama
b)      Timbulnya rasa kepedulian terhadap teman dan keluarga
c)      Lebih peka terhadap lingkungan sekitar
d)     Terjalinnya kekompakan terhadap teman


Ø  FAKTOR-FAKTOR YANG MEEMPENGARUHI RASA SOLIDARITAS
a)      Faktor lingkungan
Lingkungan di sekitar kita dapat mempengaruhi adanya rasa solidaritas seperti bagaimana cara kita bergaul dan berteman di dalam lingkungan
b)      Faktor keluarga
Pendidikan yang di berikan di dalam keluarga sejak kecil dapat memberikan dampak bagi positiv setelah kita dewasa jadi pendidikan yang di berikan bagi anak-anak kita sangat berguna bagi perkembangan nya di kehidupan yang akan datang.



Ø  KESIMPULAN
Solidaritas sangat penting di dalam kehidupan kita sehari-hari kita harus menjaga dan melestarikan rasa solidaritas. Solidaritas adalah rasa kebersamaan yang terjalin di dalam kehidupan kita sehari-hari solidaritas terhadap teman maupun keluarga.

Ø  SARAN
Bagaimanapun caranya kita harus mendukung adanya rasa solidaritas jadi di dalam masyarakat kita harus bisa mengembangkan rasa solidaritas kita harus bisa menyesuaikan bagaimana berintaksi dan menyesuaikan lingkungan di sekitar kita.



Rabu, 09 Januari 2013

FAKTOR EKONOMI DI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL


FAKTOR EKONOMI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL

Di dalam kehidupan masyarakat sebagai satu sistem maka bidang ekonomi hanya sebagai salah satu bagian atau subsistem saja. Oleh karena itu, di dalam memahami aspek kehidupan ekonomi masyarakat maka perlu dihubungkan antara faktor ekonomi dengan faktor lain dalam kehidupan masyarakat tersebut. Faktor-faktor tersebut antara lain; faktor kebudayaan, kelompok solidaritas, dan stratifikasi sosial.
Faktor-faktor tersebut mempunyai pengaruh yang langsung terhadap perkembangan ekonomi. Faktor kebudayaan; ada nilai yang mendorong perkembangan ekonomi, akan tetapi ada pula nilai yang menghambat perkembangan ekonomi. Demikian pula dengan kelompok solidaritas, dalam hal ini yakni keluarga dan kelompok etnis, keluarga terkadang mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi terkadang pula memperlambat
Baik ekonomi maupun sosiologi merupakan disiplin ilmu dengan tradisi ilmu yang mapan. Munculnya ekonomi sebagai disiplin ilmu dapat terlihat dari fenomena ekonomi sebagai suatu gejala bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang langka yang diawali oleh proses produksi, konsumsi dan pertukaran.
Sosiologi ekonomi mempelajari berbagai macam kegiatan yang sifatnya kompleks dan melibatkan produksi, distribusi, pertukaran dan konsumen barang dan jasa yang bersifat langka dalam masyarakat.
Jadi, fokus analisis untuk sosiologi ekonomi adalah pada kegiatan ekonomi, dan mengenai hubungan antara variabel-variabel sosiologi yang terlihat dalam konteks non-ekonomis.

PEMBAHASAN
Ø  KONSEP KETERLEKATAN
 Konsep keterlekatan merupakan tindakan ekonomi yang disituasikan secara sosial dan melekat dalam jaringan sosial personal yang sedang berlangsung di antara para aktor. Adapun yang dimaksud dengan jaringan hubungan sosial ialah sebagai suatu rangkaian hubungan yang teratur atau hubungan sosial yang sama diantara individu-individu atau kelompok – kelompok. Adapun yang dimaksudkan jaringan hubungan sosial ialah sebagai “suatu rangkaian hubungan yang teratur atau hubungan sosial yang sama di antara individu – individu atau kelompok – kelompok” (Granovetter dan Swedberg, 1992 : 9)
Ø  KETERLEKATAN EKONOMI DALAM MASYARAKAT MODERN
Menurut Polanyi dan kawan-kawan (1957) ekonomi dalam masyarakat pra industri melekat dalam institusi-institusi sosial, politik dan agama. Ini berarti bahwa fenomena seperti perdagangan, uang dan pasar diilhami tujuan selain dari mencari keuntungan. Kehidupan ekonomi dalam masyarakat pra industri diatur oleh resiprositas dan redistribusi. Mekanisme pasar tidak dibolehkan untuk mendominasi kehidupan ekonomi, oleh karena itu permiantaan dan penawaran bukan sebagai pembentuk harga tetapi lebih kepada tradisi atau otoritas politik. Sebaliknya dalam masyarakat modern, “pasar yang menetapkan harga” diatur oleh suatu logika baru, yaitu logika yang menyatakan bahwa tindakan ekonomi tidak mesti melekat dalam masyarakat.
Dalam membahas keterlekatan ekonomi dalam masyarakat, Polanyi mengajukan tiga proses ekonomi, yaitu resiprositas, redistribusi dan pertukaran. Resiprositas menujuk pada gerakan di antara kelompok simetris yang saling berhubungan. Itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara individu-individu sering dilakukan. Misalnya dalam masyarakat Minangkabau terdapat tuntunan adat tentang resiprositas yaitu kabar baik dihimbaukan, kabar jelek dihimbaukan. Maksudnya, jika ada berita yang menggembirakan (baik) seperti memanen padi maka petani pemilik sawah harus memberitahu kepada kerabat – kerabatnya tentang waktu dan tempat memanen padi sebelumnya, jika dia ingin dibantu dalam memanen padi. Sebaliknya, kerabat – kerabatnya juga melakukan hal yang sama kepadanya apabila mereka akan memanen padi di sawah.
Redistribusi merupakan gerakan appropriasi yang bergerak ke arah pusat kemudian dari pusat didistribusikan kembali. Hal ini terjadi karena adanya komunitas politik yang terpusat. Misalnya pada kerajaan – kerajaan Jawa tradisional, raja mempunyai hak untuk mengumpulkan pajak dari rakyatnya. Sebaliknya rakyat akan mendapat perlindungan keamanan maupun “berkah” dari pusat (raja). Acara sekatenan yang diadakan sekali setahun merupakan satu contoh redistribusi yang dilakukan oleh pusat.
Sedangkan pertukaran merupakan proses ekonomi yang berlangsung antara “tangan-tangan” di bawah sistem pasar. Dalam pasar dilakukan aktivitas perdagangan dengan menggunakan uang sebagai alat pertukaran dan mekanisme pasar ditentukan oleh pasar melalui permintaan dan penawaran.
Keterlekatan yang terjadi dalam masyarakat pra inidustri dan ketidakterlekatan yang muncul pada masyarakat industri dapat dirangkum dalam table 1.
Tabel 1. Keterlekatan Ekonomi dan Masyarakat Berdasarkan Konsep Polanyi
Hubungan
Keterlekatan Ekonomi dalam Organisasi
Ketidakterlekatan Ekonomi dalam Organisasi
Ekonomi dan Komunitas
Resiprositas – ekonomi melekat dalam hubungan yang terpusat pada kewajiban terhadap komunitas. Redis-tribusi ekonomi melekat dalam komu nitas politik yang terpusat
Pasar ekonomi tidak melekat pada komunitas melalui institusi-institusi, seperti pasar dan hak milik pribadi
Ekonomi dan Pemerintahan
Resiprositas-ekonomi melekat dalam proses pengaturan suku yang termaktub dalam adat. Redistribusi-ekonomi melekat dalam aparat politik negara yang terpusat dan kerajaan yang terbentuk melakukan kontrol geo- politik
Pasar-ekonomi tidak melekat pada pemerintahan melalui integritas legal dari individu dan perusahaan serta melalui kebebasan pasar dari dominasi politik
Ekonomi dan Rumah Tangga
Resiprositas-ekonomi maupun rumah tangga melekat dalam komu nitas suku. Redistribusi-ekonomi dan rumah tangga melekat da lam komunitas po- litik yang terpusat.
Pasar-ekonomi tidak melekat pada rumah tangga dalam arti “kerja” dan “rumah”, “pekerjaan” dan “waktu luang”.
Ø  Jaringan Sosial dalam Perilaku Ekonomi
Granovetter telah menegaskan bahwa keterlekatan perilaku ekonomi dalam hubungan sosial dapat dijelaskan melalui jaringan sosial yang terjadi dalam kehidupan ekonomi. Bagi sosiolog, studi tentang jaringan sosial dihubungkan dnegan bagaimana individu terkait antara satu dengan lainnya dan bagaimana ikatan afiliasi melayani baik sebagai pelicin untuk memperoleh sesuatu yang dikerjakan mauoun sebagai perekat yang memberikan tatanan dan makna pada kehidupan sosial.
Berdasarkan literature yang berkembang, Powell dan Smith-Doerr (1994) mengajukan dua pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami jaringan sosial, yaitu pendekatan analisis atau abstrak dan pendekatan perspektif atau studi kasus. Pendekatan terhadap jaringan sosial menekankan analisis abstrak pada :
a. Pola informal dalam organisasi, pada dasarnya area ini memiliki kerangka pemikiran yaitu hubungan informal sebagai pusat kehidupan politik organisasi-organisasi.
b. Jaringan juga memperhatikan tentang bagaimana lingkungan dalam organisasi diskontruksi. Ini berarti bahwa perhatian lebih banyak tertuju pada segi-segi normative dan budaya dari lingkungan seperti sistem kepercayaan, hak, profesi dan sumber-sumber legitimasi.
c. Sebagai suatu alat penelitian formal untuk menganalisis kekuasaan dan otonomi, area ini terdiri dari struktur sosial sebagai suatu pola hubungan unit-unit sosial yang terkait (individu-individu sebagai aktor-aktor yang bersama dan bekerja sama) yang dapta mempertanggungjawabkan tingkah laku mereka yang terlibat.
Pendekatan perspektif memandang jaringan sosial sebagai pengaturan logika atau sebagai suatu cara menggerakan hubungan-hubungan diantara para aktor ekonomi. Dengan demikian ia dipandang sebagai perekat yang menyatukan individu-individu secara bersama kedalam suatu sistem yang padu. Pendekatan ini lebih pragmatis dan terkait dengan pendekatan antar-disipliner. Pendekatan ini cenderung untuk melihat motif yang berbeda kedalam kehidupan ekonomi seperti analisis jaringan sosial dalam pasar, tenaga kerja, etika bisnis, dan organisasi kelompok bisnis.
Persamaan antara pendekatan analitis dan pendekatan perspektif didasarakn atas kerangka kerja konseptual dari :
         a) Keterlekatan, resiprositas dan koneksi. Kesemuanya itu merupakan jaringan hubungan bagi setiap tindakan tertentu yang melekat dalam struktur sosial yang lebih luas atau masyarakat sebagai suatu keseluruhan.
         b) Pemakaian bahasa dan model tindakan. Menurut Burt (1992) keuntungan informasional dari sosial merupakanakses, pengaturan tempo, dan penterahan. Kedua pendekatan tersebut sama menganggap penting kepercayaan (trust) bagi resiprositas dalam jaringan sosial.
Baik pendekatan analitis maupun pendekatan perspektif mempunyai keterbatasan. Keadaan tersebut menyebabkan kedua pendekatan tersebut tidak mampu melihat kelseluruhan struktur atau bentuk dan isi jaringan sosial secara mendalam.
Pendekatan yang berorientasi abstrak sering terlalu sedikit memberi perhatian pada substansi, lebih menekankan pada struktur (ukuran) dibandingkan isi dari ikatan dari suatu jaringan sosial.
Dalam melakukan penelitian tentang jaringan sosial, terdapat empat bidang penelitian yang dapat dikerjakan oleh sosiolog, yaitu jaringan informal terhadap akses dan kesempatan; jaringan formal dari pengaruh dan kekuasaan; organisasi sebagai jaringan perjanjian; serta jaringan sosial dalam produksi.

1.      Jaringan informal dari akses dan kesempatan
Pada bidang ini penelitian difokuskan pada penggunaan jaringan sosial dalam pekerjaan, mobilisasi dan difusi. Jaringan sosial memainkan peranan penting dalam pasar tenaga kerja. Lemah dan kuatnya ikatan suatu jaringan sosial menentukan perolehan pekerjaan. Penelitian yang dilakukan Granovetter (1974) memperlihatkan bahwa kuatnya suatu ikatan jaringan memudahkan seseorang untuk mengetahui ketersediaan suatu pekerjaan. Jaringan kuat didefinisikan sebagai teman akrab atau keluarga, sedangkan ikatan lemah adalah sebagai suatu perkenalan seperti teman kelas atau teman biasa.
Jaringan sosial juga memainkan peranan penting dalam berimigrasi dan kewiraswastaan imigran. Jaringan ini bersatu dalam ikatan kekerabatan, persahabatan, dan komunitas asal yang sama. sekali jaringan ada si suatu tempat, ia akan menciptakan arus migrasi yang berkesinambungan (Powell dan Smith-Doer 1994 : 374)kebanyakan kewiraswastaan yang terjadi pada komunitas migran dimudahkan oleh jaringan dari ikatan dalam saling tolong menolong, sirkulasi modal dan bantuan dalam hubungan dengan birokrasi.
Jaringan sosial memudahkan mobilisasi sumber daya. Perluasan ikatan dan hubungan serta ikatan dalam lokasi strategis adalah hal utama. Dua bidang penting dalam penelitian ini adalah pertukaran informasi informal dan mobilisasi sumber daya. Jaringan komunikasi memainkan peran penting dalam penyebaran model,struktur, praktek dan budaya bisnis. Tiga cara untuk transmisi ide dan pengetahuan yaitu melalui jaringan profesi atau jaringan perdagangan melalui pola hubungan antar organisasi yang mana perusahaan dan individu terlibat dan melalui tindakan seorang yang berwibawa. Bagi kebanyakan perusahaan dan institusi, mereka belajar melalui peniruan dan penyontekan dan ini merupakan cara yang efektif unttuk menghemat biaya.
2. Jaringan Formal pengaruh dan kekuasaan
Kubu pemikiran ini mempercayai bahwa kekuasaan melekat pada secara situasional, ia bersifat dinamis dan tidak stabil secara potensial (Powell dan Smith, 1994:376). Sementara itu kekuasaan disini didefinisikan sebagai otoritas formal, pengaruh informal, dan dominasi. Dalam memahami jaringan sosial dalam kekuasaan dapat didekati dengan 3 perspektif, yaitu pertukaran sosial, ketergantungan sumber daya dan kelas sosial.
Perspektif pertukaran sosial meyakini bahwa meskipun individu silih berganti datang dan pergi di atas tumpuk kekuasaan, namun distribusi kekuasaan dalam posisi tetap sama.
3. Organisasi sebagai jaringan sosial dari perjanjian
Analisis jaringan organisasi didasarkan atas organisasi formal dan informal. Menurut Dalton (1959:219) formal berarti sesuatu yang direncanakan dan disetujuai atasnya, sedangkan informal berarti ikatan yang spontan, fleksibel, diantara anggota-anggota yang dituntun dengan perasaan dan kepentingan pribadi yang tidak dapat dipertahankan oleh kegiatan formal.
Melalui jaringan organisasi dan sebagai bagian dari proses reorganisasi yang lebih luas, secara vertikal organisasi yang terintegrasi merampingkan hierarki perusahaan. Jaringan memberikan suatu cara bagi perusahaan besar untuk mengamankan taruhannya dalam menghadapi ketidakpastian dan hambatan pasar. Desentralisai produksi tidak memerlukan suatu desentralisasi kekuasaan.
Sebagai logika ganda dari jaringan sosial, organisasi terlibat dalam suatu percampuran yang rumit dari kerjasama, kompetisi dan kekuasaan dari perusahaan ke dalam jaringan yang kompleks dari perjanjian. Jaringan organisasi dalam kolaborasi akan meningkatkan belajar dari pengalaman. Kegiatan kolaboratif tampak lebih bebas dan kaya melalui jaringan komunikasi sedangkan pertukaran saluran informasi menciptakan persekutuan saingan jaringan paralel dalam suatu bentuk kompetisi baru yang gilirannya menjamin posisi baru, reputasi dan penciptaan identitas baru.
4. Jaringan sosial dari produksi
Seperti jaringan yang lain, jaringan sosial dari produksi memandang penting arti suatu kepercayaan (trust). Powell dan Smith-Doer (1994) mengajukan 4 jaringan produksio secara bersama, yaitu regional, penelitian dan pengembangan, kelompok bisnis, aliansi strategis dan produksi bersama.
Tipe regional merupakan jaringan sosial dari produksi yang berdasarkan atas lokasi.
Tipe penelitian dan pengembangan merupakan jaringan sosial dari produksi yang berlandaskan atas kerjasama ilmiah. Tipe ini digerakkan oleh inovasi dan belajar tentang ide baru. Sedangkan basis kepercayaan diletakkan pada komunitas ilmiah, intelektual, dan teknologi.
Tipe kelompok bisnis digerakkan oleh ikatan antar organisasi yang horizontal dan relatif egaliter berkombinasi dengan hubungan vertikal yang lebih hierarkis dengan landasan otoritas dan kebijakan.
Aliansi strategis dan produksi bersama merupakan jaringan produksi yang lebih bersifat formal karena dibentuk atas persetujuan bersama untuk bekerjasama dengan jangka waktu yang relatif pendek. Ciri-ciri dari tipe ini yaitu anggota terdiri dari kelompok bisnis yang berbeda, mempunyai landasan normatif bersama, dan kerabat-kerabat kerja merasa sedang mengikuti suatu perangkat aturan umum. Oleh karena itu mooniyoring cenderung lebih terstruktur secara formal.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di dalam memahami aspek kehidupan ekonomi masyarakat maka perlu dihubungkan antara faktor ekonomi dengan faktor lain dalam kehidupan masyarakat tersebut. Faktor-faktor tersebut antara lain; faktor kebudayaan, kelompok solidaritas, dan stratifikasi sosial.
fokus analisis untuk sosiologi ekonomi adalah pada kegiatan ekonomi, dan mengenai hubungan antara variabel-variabel sosiologi yang terlihat dalam konteks non-ekonomis.
            B. SARAN
   Maka di dalam kehidupan kita tidak terlepas dri adanya factor ekonomi jadi kita harus dapat menyesuaikan factor-faktor yang terjalin dengan kehidupan kita sehari-hari supaya dapat menyeimbangkan kan fakto-faktor yang lainnya.





DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM ERA GLOBALISASI


Dampak perkembangan teknologi informasi
Dan komunikasi dalam era globalisasi

Seperti yang kita ketahui di era modern saat ini teknologi informasi sangat lah penting dan sangat di butuhkan, peran teknologi sangat lah berpengaruh di dalam kehidupan kita sehari hari contoh nya di dalam lingkungan  pekantoran teknologi informasi sangat berperan penting seperti penggunaan internet dan komputer aktivitas kita kerap kali di tunjang dengan teknologi informasi itu sendiri yang mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah, dan menghemat waktu.
Kemajuan globalisasi adalah jawaban dari perkembangan teknologi informasi dimana kemajuan yang sering di artikan sebagai modernisasi menjajikan memampuan manusia untuk mengendalikan alam melalui ilmu pengetahuan, meningkatkan kesejahteraan material melalui teknologi dan meningkatkan efektivitas kemampuan pelajar melalui penerapan organisasi yang berdasarkan pertimbangan kesadaran. Karena dengan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi pula, manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah di lakukan dan di bayangkan sebelumnya.
            Di sisi lain keuntungan bagi para pengguna teknologi informasi misalnya dalam, hal berbagi informasi, para pengguna dapat berbagi dan mengakses informasi dunia luar dengan mudah dan cepat. Suatu akses yang tentunya akan memperkaya gudang informasi yang memacu
 Motivasi mereka untuk meningkatkan kreativitas. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari  dalm kehidupan ini karena keajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.



Gambar 0.1 komputer



A.    Pengertian
1.      Pengertian teknologi
Kata teknologi berasal dari bahasa latin yang berarti “ texere “ yang berari menyusun atu membangun. Menurut iskandar alisyabana (1980) teknologi di kenal manusian sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman lebih makmur dan sejahtera.
  Teknologi adalah ilmu pengetahuan dan rekayasa yang dapat di aplikasikan pada proses atau pengetahuan untuk mendapatkan rekayasa baru dapat juga di artikan ilmu pengetahuan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakn barang barang yang di perlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
   Ada tiga klisifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :
·         Kemajuan teknologi yang bersifat netral ( neutral technological progress )
·         Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja ( labor-saving technological progress )
·         Kemajuan teknologi yang hemat modal ( capital-saving technological progress )
2.      Pengertian informasi
Informasi merupakan data yang di catat dan di proses menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi para pemakainya, bentuk informasi yang kompleks dan terintegrasi dari hasil pengelolahan sebuah database yang akan di gunakan untuk prosese pengambilan keputusan.
  Sedang kan Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untu memproses , mendapatkan, menyusun,memperoleh, menyimpan dan memanipulasi data untuk mendapatkan informasi sebenarnya inovasi di ciptakan  untuk memberikan manfaat dan membantu bagi kehidupan manusia memberikan banyak kemudahan bagi para penggunya namun demekian walaupun di ciptakan untuk manfaat positif tetap saja masih banyak sebagian menggunakan nya dalam hal negatif. Seperti adanya internet, Muculnya internet sendiri merupakan kejadian yang mendunia kemunculannya sebagai tiang penanda kemajun teknologi informasi dan komunikasi internet merupakan penghilang semua batas-batas fisik yang memisahkan manusia dan dunia luar dan dengan adanya internet manusia di satukan dalam dunia baru yaitu dunia maya.

Gambar 0.2 perkembangan teknologi informasi
  Macam macam Teknologi Informasi Era Modern :

·         Mesi cetak
         Mesin Cetak pertama dibuat  oleh Johann Guttenberg.
Analytical Machine :Diciptakan oleh Charles Babbag, Mesin ini memiliki kemampuan untuk memasukkan data, mengolah data, serta mengeluarkan bentuk outputnya dibuat kartu.
·         Telegraf dan Kode Morse
Diciptakan pada 1873 oleh Samuel Morse bersama kedua kawannya.
·         Film
Diciptakan pada tahun 1861 sebagai alat komunikasi untuk mengungkapkan gagasan yang ada atau menyampaikan pesan kepada orang banyak.
·         Pesawat Telepon dan Fotografi
Diciptakan pada 1877 oleh Alexander Graham Bell yang dikembangkan untuk dipergunakan secara umum.
·         Pita penyimpan magnetis Ditemukan pada 1899.
·         TV Tabung Diciptakan oleh Zvorkyn pada 1923.
·         Media penyimpan magnetic tape Diciptakan pada 1940.
·         Hypertext
Hypertext adalah system pengkodean yang dikembangkan oleh Vannevar Bush.
·         Komputer Digital
Diciptakan pada 1948 dengan nama ENIAC I yang terinspirasi oleh ditemukannya analytical machine.
·         Transistor
Dikembangkan pada 1948 untuk mengganti tabung vakum agar bentuknya
menjadi lebih   kecil, lebih hemat energi, dan tidak menimbulkan panas berlebih.
·         Transistor Planar
Pada 1957, dikembangkan komponen elektronik transistor planar oleh Jean Hoerni.
·         Jaringan computer Desentralisasi
Pengembangan system jaringan desentralisasi oleh RAND yang bertujuan mengendalikan system pengeboman dan peluncuran kendali dalam perang   nuklir.
·         Jaringan computer pertama
Pada 1969, ditemukan system jaringan computer pertama di Amerika Serikat yang dibentuk dengan menghubungkan empat titik, yaitu Universitas of      California,SRI
(Stanford), University of Utah, dan University California of Santa Barbara, dengan kekuatan sebesar 50 kbps.
·         Email
Ditemukannya program surat secara elektronik berupa pesan text atau email di awal kemunculannya. Ray Tomlinson menciptakannya pada 1972.
·         Internet
Istilah Internet diperkenalkan dalam sebuah karya tulis mengenai TCP/IP   (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Setelah itu, dikembangkan sebuah protokol jaringan dengan nama sama oleh grup DARPA. Pada 1981, dikembangkan CSNET dengan kapasitas 56 kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. Pada 1986, IERF mengembangkan sebuah server yang         berfungsi sebagai alat untuk melakukan koordinasi antara DARPA, ARPANET, DDN dan internet gateway.

3.      Pengertian globalisasi
Globalisasi merupakan perkembangan konteporer atau terus menerus yang menpunyai pengaruh dalam mendorong munculnya berbagai kemungkinan tentang peruahan dunia yang berlangsung. Globalisasi merupakan tataan  masyarkat yang mendunia yan tidak mengenal batas wilayah globalisasi berpengaruh di semua bidang kehidupan seperi budang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan lain lain, teknologi informasi dan komunikasi adalah factor pendukung utama perubahan globalisasi perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dalam berbagai bentuk dapat tersebar luas dan begitu mudah di dapatkan di seluruh dunia kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu Negara di dunia termasuk Indonesia.
Pengaruh tersebut meliputi pengaruh positif dan negative.
   Dampak positif dari globalisasi :
Ø  Dari segi ekonomi, terbukanya pasar internasional , meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa Negara dengan banyak nya peningkatan di dalam Negara maka akan meningkat pula kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
Ø  Dari segi sosial budaya kita dapat meniru pola pikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan di siplin dan penggunaan IPTEK bangsa lain yang lebih maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa
Ø  Dari segi politik, sistem pemerintahan yang lebih terbuka dan demokratis karena pemerintahan adalah bagian besar dari Negara jika suatu Negara di jalankan secara bersih dan jujur makan akan meningkatkan rasa nasinalisma dan kecintaan terhadap Negara.

  Dampak negative dari globalisasi :
Ø  Globalisasi dapat merubah keyakinan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran, sehingga tidak menutup keungkinan arah dari ideology pancasila ke ideology liberalisme jika hal tersebut terjadi rasa nasionalisme akan hilang perlahan lahan.
Ø  Munculnya sikap indiviunalisme yang menimbulkan ketidakpedulian antar perilaku sesama warga, dengan adanya individualisme maka orag tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa
Ø  Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia di anggap sebagai kiblat
Ø  Dari globalisasi aspek ekonomi hilang rasa cinta terhadap produk dlam negeri karena banyak nya produk luar negeri membajiri di Indonesia dengan hilang nya rasa cinta terhadap produk dalam negeri  menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa bangsa Indonesia


B.      Dampak Kemajuan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Era Glonalisasi
Bagi masyarakat sekarang teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu kebutuhan khusus yang telah membawa manfaat luar biasa teknologi di anggap dapat menyelesaiakan masalah pada saat ini bahkan sebagian masyarakat memuja kecanggihan yang di tawarkan oleh teknologi. Masyarakat meyakini teknologi dapat memberikan kesejahteraan dan berbagai kebutuhan lainnya namun teknologi juga mendatangkan malapetaka bagi kehidupan bangsa kita .

  Dampak positif dari munculnya teknologi informasi bagi masyarakat adalah :
Ø  Kita mampu berkomunikasi dengan  mudah, cepat , murah dan nyaman melalui fasilitas email, chat, bahkan bertatap muka melalui internet
Ø  Kita dapat berkomunikasi dengan siapapun, di manapun, kapannpun dengan hp ataupun internet
Ø  Kita lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru saat ini melalui internet
Ø  Kita juga dapat berbelanja dengan mudaj menggunakan internet
Ø  Media pertukaran data , para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah
Ø  Kemudahan bertransaksi bisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju tempatpenjualan

  Dampak negative dari munculnya teknologi informai bagi masyarakat adalah :
Ø  Munculnya budaya plagiarism
Ø  Pemanfaatan jasa informasi dan telekomunikasi oleh jaringan teroris
Ø  Membuat orang lupa waktu
Ø  Munculnya pornografi yang tidak baik bagi budaya kita
Ø  Munculnya para penipu yang memanfaatkan internet
Ø  Munculnya kejahatan yang merugikan orang lain seperti hacker.creakher
Ø  Meluasnya perjudian
Ø  Dan masih bnyak lagi


C.     Macam macam teknologi informasi di sekitar kita
Perangakat teknologi informasi merupakan segala jenis peralatanyang di gunakan untuk mendapatkan informasi yang di butuhkan baik melalui media cetak atupun elektronik yaitu :
Ø  Televise merupakan teknoogi informasi yang di sertai dengan visual gambar dan suara atau audio
Ø  Laptop adalah seperangkat teknologi informasi yang biasanya di gunakan membantu mengelola atau menyimpan data dan dapat di tampilkan lain waktu, data yang dapat di tampilkan oleh laptop adalah gambar, video, tulisan,suara
Ø  Radio adalah merupakan seperangkat teknologi terkini uang biasa di gunakan untuk mengabadikan gambar atau video dengan menggunkan metode penyimpanan secara digital atau disk
Ø  Kamera digital merupakan teknologi tekini yang bisa di gunakan untuk mengambil sebuah gambar atau video dengan metode penyimpanan atau disk
Ø  Mesin kasir merupakan seperangkat yang di gunakan untuk memperoleh informai pembayaran kasir atau sebagai tempat penyimpanan uang.


Gambar 0.3 macam-macam teknologi
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan :
*      Bahwa teknologi adalah suatu rancangan/desain alat untuk memenuhi kehidupan manusia dengan bantuan pikiran dan tenaga teknologi juga suatu alat untuk memajukan dan membangun suatu Negara
*      Informasi adalah sekumpulan data tentang berbagai hal yang berasal dari fakta yang di catat yang kemudian di olah menjadi sebuah bentuk yang berguna dan bermanfaat bagi pemakainya, dengan adanya informasi kita bisa mengetahui tentang berbaga hal tampa harus tampa harus melihatnya secara langsung
*      Teknologi informasi merupakan untuk merngelola dat (memproses, mendapatkan,menyusan,mempublikasikan data) dengan adanya teknologi informasi kita dapat memperoleh informasi dari seluruh dunia tampa harus mengunjunginya.
*      Dapak yang terjadi di dalam masyarakat dengan ada nya teknologi informasi misalnya manusia mudah dalam berkomunikasi dengan fasilitas email, chatting, dan kita bisa berbelanja dengan mudah melalui situs situs dan jejaring sosial tertentu.
*      Selain memberikan dampak dampak positif teknologi juga memberikan dampak negative
Misalnya penipuan di dalam internet , penculikan , meningkatkan plagiatisme dan mengurangi sifat sosial

   


 SARAN
*       Sebagai manusia yang selalu membutuhkan informasi kita haus pandai-pandai memanfaatkan dan menggunakan internet jangan menggunakan teknologi untuk kejatahan semata
*      Dengan adanya teknologi informasi yang selalu berkembang kita harus bisa memanfaatkan secara maksimal dan benar penggunannya.

  http://pengaruh/perkembangan teknologi informasi<<
  http://teknologi informasi dan perubahan sosial<<