Selasa, 14 Juni 2016

TUGAS SOFTSKILL 3



Bisnis berbasis teknologi system informasi yang berbentuk layanan online (GO JEK)
Didirikan oleh Nadiem Makariem, lulusan jurusan Bisnis dari Universitas Harvard, AS ini mendirikan PT. GoJek Indonesia. Dengan memanfaatkan layanan transportasi ojek secara online. Maksud menggunakan layanan online disini adalah, Gojek dipesan melalui online, dan pendaftaran driver Gojek pun juga dilakukan secara online. Meskipun memiliki sistem online yang modern, Gojek mempunyai kantor utama yang bisa dijadikan tempat pengaduan oleh pelanggan jika mendapat perlakuan tidak baik.
 GO-JEK adalah sebuah perusahaan teknologi berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. Kami bermitra dengan sekitar 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada tiga nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Para Driver GO-JEK mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra, mereka juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses ke lebih banyak pelanggan melalui aplikasi kami.
Berdiri sejak tahun 2011, Gojek telah memiliki seribu armada kendaraan roda dua dengan tidak hanya mengantar penumpang saja, tetapi juga dapat mengantar jemput barang, makanan, belanjaan, dan lainnya
Untuk memudahkan pelayanan, Gojek juga menanamkan perangkat GPS pada setiap armadanya sehingga memudahkan pengelola Gojek mendeteksi keberadaan pengendara Gojek yang sedang melayani konsumen. Saat ini Gojek telah meluncurkan applikasi Gojek melalui android yang bisa diunggah langsung melalui playstore demi memudahkan para customer menggunakan layanan Gojek.
                Go-Jek  dapat  dipesan  melalui  Go-Jek App yang  bisa diunduh melalui  Play  Store
maupun App   store. Dalam   waktu  1  bulan  aplikasi  ini  sudah berhasil  mencapai  150   ribu
download, dengan rating 4,4 dari 5 bintang. Untuk pembayarannya pun memiliki 2 cara yaitu
cash atau menggunakan Go-Jek Credit. Go-Jek Credit adalah metode pembayaran GO-Jek
yang   dibuat   cashless   dan   dapat   digunakan   untuk   membayar   semua   layanan.  Hingga
bulan Juni   2015,   aplikasi   GO-JEK   sudah   diunduh   sebanyak   400   ribu   kali   di  Google
Play pada sistem operasi Android.




 BENTUK ORGANISASI BISNIS GO JEK
Dalam pandangan organisasi, khususnya bagaimana penerapan struktur organisasi dijalankan untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi, pendekatan yang dipergunakan oleh Go-jek mirip-mirip dengan pola yang dipergunakan oleh perusahaan asuransi multinasional terkemuka yang menggunakan agen untuk turut memasarkan produk asuransi.
            Go-jek lebih pasti karena menawarkan sistem yang terbuka, dan dengan semakin banyaknya orang yang mengunduh dan menggunakan aplikasi ini, pangsa pasar untuk para tukang ojek tentu akan semakin besar lagi. Go-jek memperluas pangsa pasar tukang ojek dari yang berbasis pangkalan dan kavling wilayah, menjadi open to all, dengan pembagian kerja yang jelas, mirip-mirip dengan perusahaan taksi, tapi berbasis online dan virtual.
Dari sudut pandang organisasi, Go-jek menjadi lebih efisien daripada Perusahaan taksi. Go-jek tidak perlu menyediakan motor untuk para tukang go-jek, perusahaan taksi harus menyediakan mobil. Perusahaan taksi harus menyediakan pangkalan untuk tempat mobil-mobil taksi, harus menyediakan spare part, teknisi, montir. Go-jek tidak. Go-jek hanya menyediakan seragam dan helm.
Pola bagaimana Go-jek beroperasi merupakan sebuah bentuk organisasi virtual yang memiliki ciri-ciri highly centralized dimana para tukang ojek tersebut tentu tidak mengatur keputusan strategis mengenai Go-jek dan memiliki departementalisasi yang sangat sedikit. Ciri lain dari organisasi virtual terletak pada outsourcing dimana hanya ada sekumpulan orang saja yang melakukan pengambilan keputusan secara strategis, dan memberdayakan pihak lain melalui sebuah mekanisme kerjasama dengan pihak ketiga untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya supporting. Contoh, perusahaan kecil yang bekerjasama dengan konsultan komunikasi untuk menangani semua pekerjaan komunikasi perusahaan, lalu bagian riset dan pengembangan bekerja sama dengan lembaga lainnya.

Pola yang dilakukan Go-jek ini sangat efektif bagi perusahaan kecil untuk dapat beroperasi secara maksimal dan meningkatkan daya saing untuk menghadapi korporasi besar. Bukan tidak mungkin, pola organisasi virtual ini akan menjadi wajah, bagaimana bisnis di masa depan akan dijalankan.







ETIKA DAN PROFESIONALISME BISNIS GO JEK
Etika pada Go-Jek
Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi. Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan ssetiap orang anggota. nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran, keadilan dan bertanggung jawab. seperangkat nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etis atau moral.
Dalam hal ini Go-Jek Indonesia ternyata telah bekerja sama dengan Brimob atau pihak kepolisian untuk mengamankan operasional para pengemudi Go-Jek. Jadi, bila ada seorang pengemudi Go-Jek yang mengalami tindak kekerasan dari oknum ojek pangkalan, maka ia tinggal mengadu lewat smartphone untuk kemudian ditindak oleh pihak Brimob tersebut. Pihak Brimob tersebut bahkan turut berkeliling, agar semua tindak kekerasan bisa diredam.
Ketika anda mulai memesan Go-Jek lewat aplikasi mobile, maka NAMA ANDA akan tercantum di smartphone si pengendara Go-Jek, beserta rute pengantaran yang anda inginkan. Setelah itu, pengendara Go-Jek tadi bisa menghubungi NOMOR TELEPON anda, untuk mengkonfirmasi titik jemput. Setelah itu, kalau anda minta diantar ke rumah atau ke kantor, maka secara tidak langsung ia juga akan mengetahui ALAMAT RUMAH atau ALAMAT KANTOR anda. Jadi dalam sekali perjalanan saja, seorang pengendara Go-Jek sudah bisa mengetahui data-data Nama anda, Nomor Telepon anda, dan Alamat Rumah atau Kantor anda. Hal itu jelas merupakan sebuah pelanggaran privasi yang rentan disalahgunakan, dan akibatnya bisa jadi menyeramkan.
Go-Jek merupakan sebuah inovasi teknologi yang telah membawa banyak hal yang baik, seperti mempercepat waktu untuk bepergian di dalam kota, serta membuka ribuan lapangan kerja baru. Namun lebih baik lagi kalau inovasi yang mereka lakukan juga disertai dengan perlindungan privasi yang baik kepada para penggunanya. Perusahaan taksi Blue Bird merupakan salah satu contoh penyedia layanan yang sangat memperhatikan privasi para pelanggannya.
Profesionalisme Go-Jek
Dalam kurun waktu 4 (empat) bulan setelah meluncurkan program aplikasi mobile pada awal 2015, Go-Jek yang sudah berdiri sejak 2011 mulai dirasakan sebagai pesaing yang dituding akan mematikan rejeki pengojek pangkalan. Bahkan, dalam sepekan ini banyak isu seputar gonjang-ganjing Go-Jek yang berkembang dan disebar melalui media sosial, disambut dengan ragam tanggapan dari berbagai sudut oleh warga Jakarta. Maka, salahkan Nadiem Makariem si penggagas Go-Jek karena aplikasi mobile Go-Jekya marak diunduh dan jasa Go-Jek lebih banyak dilirik oleh warga Jakarta yang memiliki ketergantungan pada teknologi, tidak mau ribet dan mengharapkan hasil yang instan sesuai kebutuhan.

Setiap calon pengendara Go-Jek diwajibkan oleh perusahaan untuk menyerahkan dokumen penting sebagai jaminan berupa kartu keluarga, akta kelahiran dan surat nikah ketika lolos seleksi menjadi pengendara Go-Jek. Hal yang lumrah pada proses penerimaan karyawan suatu perusahaan. Beliau juga menjelaskan, ketika diterima menjadi pengojek di Go-Jek dia dan rekan-rekannya mendapatkan pelatihan singkat pengenalan dan panduan menggunakan aplikasi Go-Jek serta peraturan yang mesti ditaati. Ditambahkannya pula, setiap Kamis para pengendara Go-Jek dibagi kelompok dan dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan tertib lalu lintas yang diberikan oleh Polda Metro Jaya.
Ditilik dari sisi marketing, berhasil tidaknya satu produk yang ditawarkan ke pasar, bergantung pada beberapa faktor berikut: pemilihan dan penerapan strategi pasar, keunggulan produk, harga yang ditawarkan serta kepuasan konsumen yang membeli/menggunakan produk tersebut. Dalam menjajal pasar; Go-Jek telah menerapkan First-In Strategy yang mengundang reaksi para pesaing yang bergerak di bidang yang sama, jasa angkutan. Tak hanya itu, sebagai pionir di bidangnya, Go-Jek juga menawarkan jasa layanan antar barang, jasa belanja dan yang terbaru jasa pesan antar makanan yang diminati oleh pasar. Paket jasa layanan yang sangat diminati oleh warga Jakarta, yang bisa dinikmati hanya dengan membuka smartphone di tangan tanpa perlu meninggalkan kegiatan mereka.
Setiap pengendara Go-Jek akan mendapatkan masing-masing 2 (dua) buah jaket dan helm serta perlengkapan masker dan tutup kepala untuk penumpang. Jika ada di antara pengendara yang tidak mematuhi prosedur yang disepakati bersama perusahaan, pengguna jasa Go-Jek dapat segera melaporkan yang bersangkutan ke layanan pelanggan Go-Jek.
Kegiatan di pasar akan berjalan ketika ada 3 (tiga) faktor penentu ini produsen, produk serta konsumen. Jika ingin berhasil menjual produknya, produsen tentu akan menawarkannya lewat promosi dengan strategi yang jitu agar dipilih oleh pembeli. Sedang, di sisi konsumen, mereka tentu akan membandingkan keunggulan satu produk yang ditawarkan di pasar sebelum menentukan produk mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Kepuasan terhadap satu produk atau jasa dari brand tertentu, tidak menutup kemungkinan untuk terus membeli atau menggunakan jasa tersebut bukan? Hal yang sama berlaku pada jasa angkutan umum, sebaiknya memilih transportasi yang dapat dipercaya dan aman.

SUMBER :